Pages

Friday, July 14, 2017

Welcome to The World, Baby Raka!

Assalamu'alaykum wr wb semuanyaaa!

Alhamdulillahirabbil 'alamin..
Telah lahir ke dunia, putra pertama kami yang bernama
Rayhan Khalid Haddade (Raka)
Pada tanggal 19 Juni 2017 pukul 19.55
Di RSIA Bunda Aliyah
Dengan BBL 3.510 gram, PBL 51 cm, & lingkar kepala 35 cm.

MasyaAllah, semoga ananda tumbuh menjadi anak yang sholeh, sehat, berbakti, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara. Aamiin ya Allah. Baarakallahu fiik! :--)

-----------------------

Benar kata orang yang bilang bahwa persalinan pertama merupakan momen seumur hidup yang tidak akan pernah dilupakan! Begitu pun diriku hahaha. Aku mau cerita tentang pengalaman persalinan yang menurutku sangat luar biasa, tidak dapat diukur dengan kata-kata, dan aku baru tau betapa perjuangannya seorang ibu (baik anak pertama, kedua, dan seterusnya) ketika memberikan kehidupan kepada janin yang sedang dikandungnya. Momen di mana aku berharap ibu kandungku hadir lagi ke dunia ini agar aku bisa bersimpuh di bawah telapak kakinya..

Senin, 19 Juni 2017 bertepatan dengan 40 minggu masa kehamilanku. Waktu yang dibatas-akhirkan oleh dokter Alesia yang tidak mau ada persalinan di atas 40 minggu karena terlalu berisiko. Memang kalau kata praktisi-praktisi gentle birth, bayi akan menemukan dan menentukan sendiri kapan dia akan dilahirkan. Tapi aku juga tidak bisa membantah prinsipnya dokter Ale yang pasti punya educated reasons dengan ilmuku yang mungkin hanyak seujung sinapsnya dokter Ale hahahaha~

Aku bahkan tau ada seorang DSOG yang praktik di bilangan Harmoni, yang berkeyakinan bahwa bayi itu harus dilahirkan maksimal di usia 9 bulan 10 hari (atau 37 minggu + 3 hari) sesuai dengan waktu yang difirmankan Allah di Alqur'an sesuai dengan kalender Hijriyah (bukan Masehi). Jadi, semua pasiennya dia (semuanya lho!) harus induksi di usia kandungan segitu! Dan semua pasiennya harus melahirkan normal! War biaza!

Hari Sabtu 16 Juni yang mana menjadi kontrol kehamilan terakhirku, aku sudah disiapkan surat rujukan oleh dokter Ale untuk dilakukan induksi jika sampai pada hari Senin 19 Juni belum ada tanda-tanda persalinan alami. Bahkan di tanggal 16 Juni itu dokter Ale langsung melakukan "cek dalam". Tau cek dalam? Itu lho, jarinya dokter dimasukkin ke dalem liang vagina. Dalemnya itu daleeem banget sampe nyentuh jalan lahir. Rasanya? Hahahahahahahaha aja deh........... sakit booook ngiluuuu! Temenku yang dokter pernah cerita kalo pasiennya keenakan pas temenku ngecek dalem jalan lahir ibu itu (temenku itu lakik). Apaan yang enak ibooooookkk zzzzz. Aku sampe disindir sama dokter dan suster di situ, "gimana mau lahiran normal kalo cek dalem aja udah sakit ketakutan"

Ya kali daah, dokter kan ngeceknya mendadak... tau2 ngomong, "cek dalem yuk" zzzz. Syok bingit.

Karena gelombang cinta tak kunjung datang, akhirnya datang juga hari yang tidak ditunggu-tunggu. Senin, 19 Juni 2017 yang tak terlupakan.

Setelah membangunkan suami untuk makan sahur, aku lanjut tidur lagi sebentar dengan perasaan ga karuan. Hari itu memang aku sudah niat untuk tidak puasa karena melahirkan normal butuh energi luar biasa. Sehari sebelumnya pun kami sudah beli madu hutan, pisang susu, Pocar* Sweat, dan beberapa cemilan sebagai tambahan energi yang dapat diserap tubuh dengan cepat. Bangun pas azan subuh, langsung mandi, solat, baca Qur'an, dan berdoaaaa minta diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Tidak lupa mengajak ngobrol si bayi di dalam perut supaya bisa keluar dengan cepat. Aku ajak si dedek untuk kerja sama dengan rahim, plasenta, tali pusat, dan ketuban untuk keluar bersama-sama tanpa episiotomi dan forcep. Pokoknya an easy labor dengan kontraksi yang tidak lama. Nangiiisssss senangis-nangisnya waktu berdoa sama Allah dan ngobrol sama si dedek. Ibarat jihad, udah siap untuk mati syahid insyaAllah. Apapun yang terjadi, terjadilah. Meskipun dari awal berdoa supaya ga perlu diinduksi dan ternyata takdir berkata lain, apa boleh buat. Mungkin di sini letak perjuanganku.

Ga lupa pamitan dan minta restu sama orang-orang di rumah, terutama bunda. Meskipun bukan ibu kandung, tapi bagaimanapun juga beliau adalah seorang ibu yang telah melahirkan adik bungsuku hingga harus mengalami ambeyen selama 5 tahun karena proses persalinan yang sangat luar biasa. Minta doa restu dan permohonan maaf kalau diriku punya banyak salah, tak terasa air mata netes lagi. Hiks. What an emotional morning for me.. bunda cuma berpesan, "nanti apapun diagnosis dokternya turutin aja, jangan pikirkan biayanya ya.." huwaaa tambah mewek deh karena kemungkinan SC kalo induksinya gagal pasti ada huhu...

Sepanjang jalan berdoaaa terus sambil elus2 perut,
 "Ayo nak, keluar yuk! Ga usah lama2 ya nak.."

Sampai di RS, suami langsung urus administrasi sementara aku duduk di bangku-bangku biasa dipakai untuk antrian kontrol. Biasanya penuh nih bangku, pada saat itu cuma aku sendirian bersama beberapa orang CS yang lagi bebenah. Pikiranku udah ga karuan dah pokoknya hahahaha. Jadi gini toh rasanya terpidana hukuman mati yang lagi nungguin waktunya tiba...... hahahahaha #stres

Setelah urus adminitrasi, kami langsung diantar menuju ke..............ruang bersalin (VK). Ngga deng, ke ruang observasi di dalam kamar bersalin lebih tepatnya. Di pikiranku, ruang bersalinnya itu kayak di Harapan Kita, jadi 1 ruang hanya untuk 1 pasien. Ternyata di Bunda Aliyah ini kaga. 1 ruang untuk bareng-bareng yang hanya dipisahkan gorden-gorden hijau! Kek manaaaa coba bayangkan! Kalau kita denger suara orang tereak-tereak kesakitan kontraksi atau lagi ngeden, jiper ga sih??????? Untungnya pada saat itu aku masih sendirian di ruang observasi..

Aku langsung ditangani oleh seorang bidan baik hati, tidak sombong, dan (mungkin) rajin menabung. Aku tak tau namanya siapa hehe tapi mayan ramah kok. Disambutnya dengan apa coba? Yak betul, cek dalam (-----_-----) and for your information, mbak bidan ini rada gemuk yha jadi jari-jarinya lebih gemuk dong yha dari pada jarinya dokter Ale.

MB: mba bidan
Z: zahra

MB: " Tenang aja ya bu. Rileks. Pantatnya jangan diangkat. Kalo rileks pasti ga akan terlalu sakit deh"
Z: "Ga bisa pake cara lain aja ya sus? (biarlah semua bidan pun ku panggil "sus" aja yha)
MB: " cara lain gimana?"
Z: "ya ga usah cek dalam gitu lho....."
MB: "lha terus kita tau udah pembukaan berapanya gimana?"
Z: "iya juga sih.."
MB: "udah pokoknya ibu tenang aja. Tarik napas panjang lewat hidung, tahan sebentar, keluarkan perlahan lewat mulut. Rileks. Saya mulai ya bu. ((Masukin tangan gendutnya ke dalam liang vagina))
Z: hekkkkkk (ceritanya nahan napasnya kelamaan)
MB: "buk, rileks aja bu. Pantatnya ga usah naik ini jari saya jadi kejepit di dalem. Turunin bu pantatnya. Nah gitu. Tarik napas panjaaang ((makin ngorek ke dalam, makin dalam, makin dalaaammm~~~~~~~)). Oke bu, udah pembukaan 1 ya ternyata. Mungkin dari kemarin ibu sudah kontraksi tapi ga kerasa aja ya. Ya sudah kita CTG dulu ya, abis itu cek darah.

Alhamdulillah penderitaan cek dalam ini berakhir. MasyaAllah.... selanjutnya CTG adalah suatu alat untuk mengukur detak jantung bayi, pergerakan bayi, dan ada-tidaknya kontraksi. Jadi ibarat kesiapannya si dedek untuk dipaksa keluar melalui induksi gitu deh. Jadi perut kita dipasang alat berbentuk bulat yang nyambung ke suatu kotak gitu deh. Nanti kita diharuskan untuk telentang selama 20 menit sembari si alat itu merekam jantung bayi dan mendeteksi kontraksi. Pergerakan bayi diketahui dari tombol yang harus kita pencet tiap kali kita merasa bayi kita bergerak. Dari CTG ketahuan kalau bayiku sehat wal 'afiat. Cek darah juga mengonfirmasi kalau HBku dan segala macamnya baik. Sehingga apa? Sehingga induksi dapat dilakukan! Jeng jeng jeng jeeeeeng.

Tepat jam 8, bidan tersebut masuk lagi ke gordenku (ku sebut gorden karena emang kasurnya cuma dikelilingi gorden~~).

MB: "Kita mulai ya bu induksinya. Sesuai dengan instruksi dokter Alesia, induksi dimulai dengan memasukkan pil induksi ini melalui vagina menuju jalan lahir yang berguna untuk melunakkan serviks. Karena ibu sebelumnya belum pernah merasakan kontraksi, kita coba dulu dengan dosis yang paling rendah lalu berangsur ke dosis tinggi jika respon tubuh ibu terhadap obatnya baik. Nanti akan kita observasi tiap 4 jam untuk melihat perkembangannya ya bu. Buka kakinya ya bu, akan saya masukkan obatnya ke dalam jalan lahir seperti sedang cek dalam ya bu. Nanti ibu harus tiduran selama kurang-lebih 45 menit ya bu. Ibu bisa pindah ke ruang rawat kalau sudah lebih dari 45 menit ya bu. Rileks, tarik napas panjang, tahan, keluarkan perlahan ya bu. Saya mulai induksinya."

Ituuu rasanyaaaaaa korek-korek-koreeeeek terus yang dalaaaaaammmmmmmmmm masyaAllaaaaaahhhh...... seukuran kepalan tangan masuk melalui liang vagina aja maknyus yha apalagi seukuran bayi.......

Setelah 45 menit, aku udah boleh duduk dan makan sarapan yang dibawakan oleh bidan ke gordenku. Menunya adalah spaghetti bolognese yang porsinya dikittt bener. Huft, kurang maaakk, butuh asupan energi lebih banyak nihhhh. Setelah makan, kita pun pindah ke ruang rawat dulu dan diharuskan untuk kembali lagi ke ruang observasi sekitar jam 12 (4 jam setelah induksi dimasukkan).

Sejam pertama.... Mana nih, kontraksi yang katanya diceritain orang-orang. Begini doang? Ini mah kram perut pas lagi mens!

Jam kedua..... oke, mungkin gue kualat kali ya gara-gara ngeremehin kontraksi di jam pertama. Solat duha aja lah dulu sembari ngaji. Mayan kan sambil ngisi waktu di bulan Ramadhan.

Jam ketiga. Dah mulai ga nyaman. Active labour mulai dilakukan. Jalan sana, jalan sini, deep squat, nungging-nungging, naik turun tangga pijakan kasur.

Jam keempat. Maaak. Jalan sudah mulai tertatih, mulut sudah sering merintih, lambung sudah mulai bergejolak (laper buk?. Oke, makan siang dah dateng. Makan dulu aja deh sebelum ke ruang observasi. Pasti udah nambah nih pembukaannya. Pasti ini mah. Sakitnya dah beda soalnya. Selesai makan dan solat zuhur, diriku dan suamik balik lagi ke ruang observasi jam 12.30.

Jam 13.00 masuk ruang observasi. Yes! Dapet ruang observasi yang privat! Hihi. Yang dilakukan pertama kali adalah CTG. Oh men, ternyata active labour itu bener banget bisa ngurangin sakit CTG itu kita kudu telentang tak bergerak selama kurleb 30 menit, dan memang kontraksi yang dirasain kalo kita cuma tiduran doang itu luar biasa banget lho. Hasil CTG menunjukkan bahwa dedek masih aman (tidak stres) dan kontraksinya sudah semakin heboh (terlihat dari grafik). Jam 14.30 dicek dalam, ternyata masih pembukaan 1! Huwaaaaa bagaimanaaa. Karena dr Alesia hari itu ada praktik sore, jadi ku disuruh tunggu beliau visit sekaligus nunggu pertambahan pembukaan. Saat itu ku udah ga boleh balik ke ruang rawat dan harus tunggu di ruang observasi.

Jam 16.00 dokter Alesia datang dan langsung apa saudara-saudara? Cek dalam. Zzzz I hate cek dalam. Guess what? Pembukaan masih 1 dan kepala dedek masih jauhh di atas! 8 jam induksi, dan meskipun kontraksinya sudah hebat, ternyata tidak menambah pembukaan maupun menurunkan kepala dedek ke posisi yang benar. Dokter bilang ini kemungkinannya jadi 50:50 kalau mau diteruskan induksi. Bisa-bisa 24 jam induksi pun belum tentu progress nya bagus kalau 8 jam pertama aja sudah seperti ini. Dokter memberikan opsi, mau meneruskan induksi tapi harus siap-siap long labour dan ada kemungkinan akan berakhir dengan SC juga, atau SC saat itu juga. Jeng jeng jeng.

Akhirnya aku minta waktu untuk berpikir dan berdiskusi dengan suami dan keluarga di ruang rawat. Terjadilah pergumulan batin yang luar biasa, terutama masalah biaya. SC kan mahaaal dan suami tidak mempersiapkan dana untuk SC huhu. Tapi suami meneguhkan aku kalau masalah biaya insyaAllah ada jalannya, sekarang yang penting kondisiku dan dedek. Akhirnya dengan derau air mata karena tidak bisa merasakan persalinan normal seperti wanita pada umumnya, dipraktikkanlah ilmu yang paling sulit, ilmu ikhlas.

Jam 17.00 konfirmasi ke ruang bersalin kalau bersedia SC. Suami urus ini-itu dan aku tetap di ruang rawat ditemani mertua yang terus-terusan membesarkan hatiku bahwa normal ataupun SC tidak mengurangi perjuangan kita sebagai seorang ibu. Melahirkan itu harus gembira! Ga boleh nangis! Perasaan campur aduk banget.. apalagi kontraksi makin lama makin kuat..

Jam 17.30 ku masuk ruang bersalin untuk pasang infus dan cukur bulu kemaluan. Jam 18.00 masuk ruang operasi untuk tunggu giliran. Itu adalah salah satu momen terluar biasa sepanjang sejarah kehidupan (lebay). Kontraksi makin kuat, ku harus tiduran miring ke kanan ga bisa bergerak, telanjang bulat cuma ditutup semacam apron gitu, dingin banget, bunyi suara "net-net-net" khas ruang operasi, orang-orang lalu lalang pake baju hijau....... itu bikin stres lho sungguh. Dulu aku yang sering ngeliat orang dioperasi pas masih kerja di bagian laboratorium embriologi, sekarang aku yang harus dioperasi!

Ternyata aku ga bisa langsung operasi. Harus tunggu dr Alesia kelar makan malam, solat, dan sebagainya dulu..... akhirnya diriku dibawa ke dalam ruang operasi jam 19.30. Oh my God. I've got to see this only on Grey's Anatomy, and now I'm the patient. Disambut oleh seoang dokter sepuh yang berkata, "Ibu Zahra, saya dokter *** (lupa namanya) yang akan menjadi asisten dokter Novi ya (ternyata dokter Alesia dipanggil Novi di sini..)"

Lalu disambut juga oleh dokter anestesi yang baik hatiii dan enak diajak ngobrol. Ga kayak dokter anakku yang jutek bener ampooon. Dokter anestesi menjelaskan sistematika dan efek samping pembiusan selama operasi.

Di dalam ruang operasi berwarna oranye (yes! Oranyeeee), aku disuruh berguling ke meja operasi. Ya ampoooon, sapi gelonggongan yang lagi mules gini disuruh guling ke meja operasi!! Zzz. Itu pun harus nunggu dulu sampai dokter Alesia selaku leader siap untuk melakukan operasi. Dingin banget ga bohong. Ku minta AC dibesarkan sedikit tapi permintaanku tidak dikabulkan. Mataku berjalan2 ke sekililing ruangan dengan segala macam peralatan yang betul2 hanya pernah ku liat di Grey's Anatomy. Oh God, please help meeee.

Setelah dr Alesia siap, diriku langsung disuntik di tulang belakang. Selanjutnya prosesnya berlangsung cepat tapi menegangkan.. pasang kateter, tubuh bagian bawahku udah kebuka bangett ga tau siapa aja yang ada di dalam ruang operasi, pasang ini itu di tangan, tekanan darah dicek secara berkala, kedinginan dan menggigil sampai aku dibawakan selimut tambahan untuk nutupin dadaku.

Sampai dokter Alesia datang, ngintip ke aku sambil bilang, "terus berdoa ya Zahra". And the surgery began. Sebetulnya aku bisa lho liat apa yanh sedang mereka lakukan di bawah sana, karena lampu operasi ada yang mati bohlamnya jadi bisa memantulkan kegiatan di bawahnya. But I wasnt that brave. I chose to look to the other side and felt the sensation of them pulled my belly here and there. Hiks! That was so scary.

Ga berapa lama, dokter anestesi tiba2 menjamah perut bagian atasku. Dengan aba2 dari dokter Ale, "ayo terus dorong dok", dokter anestesi ternyata membantu dokter Ale untuk mengeluarkan dedek dari perutku. Dorong sana, dorong sini, Allah.............. ilmu pasrah betul-betul aku terapkan saat itu. Aku mempercayakan nyawaku dan nyawa anakku pada tenaga2 medis ini..... Ga berapa lama setelah peristiwa dorong-mendorong itu, aku mendengar sayup-sayup tangisan bayi yang makin lama makin keras. Allahuakbar.. I am officially a mother of a crying baby..

Setelah itu tiba2 tangisannya menjauh, lho lho, kok ga kayak orang2 yang anaknya dibawa ke muka emaknya? Oo ternyata anakku harus diobservasi dulu sebelum diperlihatkan ke aku.. setelah itu tiba2 suster datang dari samping mukaku.

"Bun.. ini anaknya laki-laki yaa. Sehat, kuat.. BB 3510 gram, tinggi 52 cm.. ini saya taruh di dada bunda yaa."

Ya ampun, so this is it my baby little boy. Hidungnya demesh ya kayak emaknyaa.. sayang, karena SC jadi ga bisa IMD. Kata susternya harus langsung dibawa lagi untuk observasi lanjutan.. oke deh gapapa, see you real soon my baby!

Sembari otak ini masih memproses peristiwa mengharukan yang baru saja terjadi, ternyata masih terjadi proses obras-mengobras dan sedot-menyedot di bawah sana. Badanku udah makin menggigil, lengan udah pegel banget karena harus membuka ke kanan dan ke kiri, wah udah ga karuan deh. Akhirnya operasi dinyatakan selesai sekitar pukul 20.15, tapi aku harus tetap di recovery room selama 2 jam untuk observasi sekiranya ada komplikasi. Alhamdulillah, aku sehat wal 'afiat meskipun badan super menggigil... keluargaku satu persatu masuk ke ruang tersebut sambil ngucapin selamat. Saking banyaknya yang keluar-masuk, staf ruang operasi sampe negur mereka hahaha.

Oh ya, hari itu dokter Alesia ada 3 SC berturutan lho. Ga tau deh gimana pasien2 kontrol.. pasti nunggunya lama banget tuh. Sabar yaa bunda-bundaa, insyaAllah nanti kalian juga diprioritaskan kok.. Baarakallahu, dokter Alesia. Sampai ketemu lagi di kehamilan selanjutnya, insyaAllah. Tapi dengan diriku yang lebih siap dan belajar banyak tentang gentle birth :-)

Setelah semuanya dinyatakan oke, diriku dibawa ke ruang rawat untuk istirahat. Karena dedek dilahirkannya malam (19.55), rooming-in belum bisa dilakukan malam itu karena harus melalui proses observasi selama 6 jam. Alhamdulillah sih, jadi diriku bisa istirahat dari proses yang panjang di hari itu. It was like the longest day of my entire life!

Tapi perjuangan belum berakhir.. ternyata perjuangan sebenarnya sebagai seorang ibu justru dimulai setelah bayi dilahirkan! And the following night was the longest and worst night of my life! Hahaha. Motherhood! <3 p="">


Assalamu'alaykum warrahmatullahi wa baarakatuh.

MasyaAllah, ta baarakallahu, Raka.

Monday, May 22, 2017

PLAGIARISM HURTS!

Assalamu'alaykum warrahmatullahi wabarakatuh~

Jadi kali ini diriku bukan mau bahas pregnancy journey dulu yaa.. Diriku mau bahas tentang seseorang anonymous yang secara terang-terangan dan ga tau malu meng-copy semua tulisan saya di blog ini ke blognya dia. Dari awal postingan di tahun 2009 hingga Agustus 2016. Mungkin karena merasa saya sudah ga produktif nulis lagi, sepertinya dia comot lagi tulisan lain dari blognya orang yang terakhir ditulis pada bulan Desember 2016.

Ini dia si blog ga tau malu tersebut

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Ke-busted-an ini bermula dari keinginanku buat nyari tau nasib salah satu vendor wedding yang sangat mengecewakanku di hari yang paling berbahagia itu. Berawal dari searching di Google untuk ubek-ubek review dari customer yang memang makin banyak aja yang kecewa dengan performa mereka. Sampai saking kecewanya, beberapa customer tersebut sampai spamming di semua blog yang ngebahas tentang vendor tersebut. Hahahaha me as well soooo dissapointed!

Akhitnya sampailah pada suatu blog pribadi yang membahas tentang vendor tersebut, yaitu laman ini. Dari opening wordsnya, kok mirip ya sama gayaku. "Oh, berarti ini orang punya gaya penulisan yang sama denganku nih", aku awalnya sama sekali ga curiga dengan author blog ini.

Tapi, tunggu.. tunggu.. ini mah terlalu mirip... semakin dibaca ke kalimat-kalimat selanjutnya, makin ku tersadar bahwa ini mah plagiat!! Akhirnya aku pastikan lagi dengan scrolling ke bawah tanpa membaca, dan ternyata.... JENG JENG JENG! Masa foto-fotonya itu foto-foto aku dan suamiku semua! Wah, kurang ajar nih orang!

Aku pastikan lagi dengan ngebuka blog aku yang membahas masalah yang sama di postingan ini dan ternyata emang SAMA PERSIS, down to the date of being posted! What?????

Makin penasaran, siapa sih ni orang!

Aku cek lagi tuh postingan-postingan dia yang lain dan ternyata..... itu punyaku semua kecuali postingan terbarunya yang bahas tentang BERKAH CATERING (TTTT,TTTTT)


Bahkan sampe postingan pertama dia copy juga di blognya! Ini orang maksudnya apa? Mau pura-pura jadi aku apa bagaimana? Emang blog aku seterkenal apa sih? Wong rata-rata visitor nya aja ga banyak tiap harinya..

Lagipula ya, blog aku ini cuma blog pribadi. Apa sih keuntungannya dia dengan meng-copy semua tulisanku ke blognya dia? Oke lha kalo aku sering bahas tentang statistika (misalnya) dan dia interested dengan statistika, mungkin masuk akal ya dia copy-paste semua isi blog aku. Lha ini???

Bahkan emailku udah di-block sama dia ketika aku bahkan ga tau ada plagiator sehingga aku ga bisa report ke blogger.com maupun ke emailnya dia langsung untuk mengonfirmasi. Ini buktinya.


Gila banget kan? Maksudnya apa coba?? Siapa dirimu sebenarnya?? Apa dirimu adalah seseorang yang pernah tersakiti karena tulisan di blog aku???? Laa illaha ilallah.... blog pribadi aja di-copy itu apa sih faedahnya?

Saking kzl nya, aku sampe screen shot bukti-bukti plagiarisme tersebut dan aku posting di Insta Stories. Ada salah satu followers ku yang juga seorang blogger ngasih tau, bisa jadi dia ini langsung copy HTML karena ga mungkin sampai segala jenis font, margin, urutan fotonya sama kalau hanya sekedar copy-paste.

Dan benar aja dooong, pas aku cek URL foto-foto di blognya, semuanya berasal dari HP aku...................

Makin creepy. 

Well, ternyata copy HTML web (apalagi yang pakai template default dari blogspot seperti diriku) ini mudah sekali saudara-saudara. Aku ditunjukin oleh suami tercinta yang mana adalah orang IT bagaimana caranya copy HTML web template macam blogspot ini. Sungguh, sangat mudah sekali......... Berbekal copy HTML, kita bisa dengan mudah mengaku tulisan orang, sampai kepada tanggal pemostingan dan foto-fotonya lho! Ya ampuuun, kalo gitu apa gunanya kita nulis di blogspot kalo mudah banget dicuri kayak begini...... Apalagi bagi kita-kita yang buta pemrograman HTML yang ngeliat codingan aja kaga ngerti algoritmanya gimana huhuhu ini adalah sebuah pelanggaran hak cipta aaaaaaaa

(TTTTT,TTTTT)

Ya sudah lha ya, nasi sudah menjadi bubur bagiku..

Untuk kamu yang ngerti pemrograman, mungkin bisa upgrade web untuk jadi domain kamu sendiri supaya ga terlalu mudah (tapi bukan berarti ga bisa sama sekali) untuk di-hijack. Bisa juga dengan menonaktifkan fungsi copy-paste untuk blog kamu, tapi ini pun aku ga ngerti gimana caranya karena aku buta pemrograman.. 

Dan yang paling penting: kesadaran bahwa apapun yang kamu unggah di media sosial, hal tersebut sudah menjadi konsumsi publik yang siapapun bisa mengakui kepemilikannya. Jadi, pilih dan pilah lagi konten apa yang sekiranya pantas dan not private enough to be shared on social media. 

Mau posting keseksianmu yang cuma pakai bikini? Boleh, silakan. Tapi jangan salahkan media sosial kalau ternyata fotomu dinikmati dan difantasikan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab di belahan dunia lain. Internet itu ranah global sehingga kamu juga harus berpikiran global.

Buat kulinereview@gmail.com pemilik blog alyndiasuseno.blogspot.co.id, aku ga tau sama sekali dirimu ini siapa, sedang apa, dan maksudnya apa dengan meniru zaraozara.blogspot.co.id ini. Aku hanya berharap kamu tersadar dan segera mendeaktivasi blog mu itu. Apa salahku sih? Apa aku pernah nyakitin kamu secara langsung maupun tidak langsung? Ada beberapa postingan yang sudah tidak layak lagi untuk dibaca dan dilihat lagi, jadi ku sangat berharap kamu mendeaktivasinya. Aku ga bisa report kamu ke blogspot dan ga bisa kirim emailmu, berarti kamu memang sudah niat banget ya buat ngebajak blog aku. Semoga kamu segera diberikan kesadaran ya.

Terima kasih sudah menyadarkanku bahwa dunia nyata lebih indah dari pada dunia maya.







Buat pembaca setia blog aku (kalau ada hahahaha), bantuin aku report blog tersebut ke blogspot yuk! Dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini.



Jaazakumullah khayran katsiran! :"")

Sunday, April 2, 2017

Why dr Alesia Novita, SpOG?

Halo halooo~~

Apa kareba semuanyaaa~

Bumil di sini sedang diare nih! Huhu. Doakan ya semoga bumil cepat sembuh, aamiin ya Allah :")

---

Kenapa dr Alesia Novita?

Hmmm..

Awalnya sih aku ga kenal sama sekali dengan dokter ini. Bahkan ketika pertama kali aku menginjakkan kaki di Bunda Aliyah, aku cas cis cus pilih dokter siapapun yang sedang praktik pada malam hari itu, selain laki-laki. Well, ini pilihan banget sih, ada yang nyaranin mendingan dokter lakik biar tenaganya kuat pas bantu melahirkan, ada juga yang bilang kalau tangan lakik lebih lihai dari pada perempuan. Hmmmm, sedikit subyektif sih...

Aku sih lebih cenderung ke malu yes kalo diperiksa sama dokter lakik. Secara ya booo, ini organ intim kita yang cuma pernah dilihat, diraba, dan diterawang oleh suami kita. Lhaa, kalau sampai harus diintervensi sama lelaki lain, cucok yes booo terlalu malu eyke maaah. Tapi ya tidak menutup kemungkinan kalau nanti melahirkan harus sama dokter lakik. Kalau dalam kondisi emergency mah insyaAllah diizinkan oleh Allah swt. Coba bayangin, kita mau melahirkan, terus dokter perempuan kita lagi pulang kampung, sementara dokter yang standby adalah dokter lakik. Masa iya kita mempertaruhkan nyawa anak kita demi ego pribadi? Kasian si dedek nanti kelamaan di dalam :(

Nah, beralasan inilah aku kekeuh maunya dokter perempuan. Dokter siapapun yang penting perempuan yang sedang praktik malam itu karena diriku sudah terlalu penasaran cyin. Akhirnya prasyarat itu dipenuhi oleh dr Tazkiroh SpOG. Hmmm deg-degan periksa kehamilan yang pertama hihihihi. Sebelumnya udah pernah sih cek kandungan waktu aku bermasalah dengan siklus menstruasi yang sempat berhenti selama hampir setahun. Sempat di-USG juga, tapi lewat anus! Oh God, jangan tanya bagaimana rasanya.. berasa disodomi sama alat kedokteran!

Krik krik krik... kok ya lama amat sih ini dokter... katanya praktik jam 19. Tapi sampe jam 19.30 kok belum datengggggg. Duh, too bad for a first impression! Akhirnya ya, dokternya baru dateng jam 20! OMG. Let's be positive, siapa tau beliau ada emergency labour di luar sana ye kan?

Akhirnya dipanggil lah tuh saya, pasien pertama dari dua pasien (yes! Pasien beliau saat itu cuma dua). Langsung ditanya, "ada apa?"

Rasanya pengen ku jawab, "saya berspekulasi bahwa ada bayi di perut saya dok!" Tapi ga mungkin ye kan.

"Begini dok. Saya terakhir mens 12 September 2016 (saat itu tanggal 14 Oktober 2016), siklus mens saya teratur 28 hari, saat ini saya sudah terlambat 5 hari, dan tadi pagi saya cek test pack sudah ada 2 garis walaupun samar"

Kalimat yang terucap tersebut hasil dari Googling dengan subyek: periksa kandungan pertama :p

"Kecepetan kalo dicek sekarang, baru juga telat 2 hari. Pasti belom keliatan apa-apa. Tapi gapapa kalo penasaran, kita USG aja"

Ya ampun....... sebagai wanita yang rasa sensitivitasnya ini seperti test pack, saya merasa dokter ini jutek banget sih... too bad for second impression!

Setelah dicek-cek transvaginally, belum ada tanda-tanda kantung janin karena usianya yang masih terlalu dini, masih sekitar 4 minggu. Memang sudah ada tanda-tanda kehamilan berupa penebalan rahim, tapi masih terlalu berisiko untuk dikatakan hamil karena apapun bisa terjadi pada minggu-minggu pertama kehamilan, terutama untuk kasus bloated ovum, yaitu kondisi di mana si janin tidak berkembang dan hanya terlihat adanya kantung tanpa isi. 

Akhirnya dr Tazkiroh hanya meresepkan asam folat sebagai penguat kandungan dan saya diminta kembali 2 minggu lagi. Of course i will be back but surely not coming back to you, dooooccc!

Setelah berharap-harap cemas sembari makan makanan bergizi dan berhati-hati, 2 minggu kemudian kami kembali lagi ke Bunda Aliyah untuk memastikan lagi. Waktu itu kebetulan kami datang hari Kamis malam dan dr Tazkiroh tidak ada jadwal praktik. Di lubuk hati terdalam ku bersyukurrrr karena ada alesan untuk ga datang lagi ke beliau hahaha jahattt ya, mohon maaf dokteer!

Karena kebetulan semua SPOG yang praktik malam itu lakik semua, ku akhirnya nelepon salah satu rumah sakit bersalin dekat rumah yang sekarang sudah tutup untuk selama-lamanya entah kenapa.. Ternyata ada 1 dokter perempuan sedang praktik di sana pada malam itu yang namanya sudah tidak asing lagi: dr Alesia Novita, SpOG.

Sebelumnya memang sengaja browsing-browsing dokter siapa yang recommended untuk menggantikan dr Tazkiroh, salah satu nama yang muncul adalah dr Alesia Novita ini. Bak punduk merindukan bulan, ya pas banget malam itu beliau sedang praktik di RSB dekat rumah. Yowes cuss langsung ke sana.

Ternyataaaa, rame bener pasiennyaaa. Lumayan lama nunggunya, datang jam 8 tapi baru diperiksa jam 9! Ya OK lah gapapa, nanti selanjutnya periksa di Bunda Aliyah aja, soalnya RSB itu juga serem gitu suasananya....... Eyke takut cyin hahaha.

Ternyata pada malam itu dr Ale lagi sakit :(

Tapi beliau profesional banget lho! Walaupun udah capek banget karena mukai praktik selepas magrib, sudah jam 9 malam, dan dalam keadaan sakit, beliau masih bisa menjelaskan dengan super baik! Diawali dengan USG transvaginal, dokter melihat ada sebongkah bulatan yang berisi setitik harapan dan tambahan detak jantung. MasyaAllah... super haru banget mendengar detak jantung dedek untuk yang pertama kali.... akhirnya, setelah kosong 5 bulan, tumbuh sebongkah keajaiban di dalam perut yang sudah besar dari sananya ini :")

Dokter Ale menenangkan segala ketakutanku dengan menyuruh aku untuk ga sering-sering Googling hal-hal aneh terkait kehamilan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jangan mikir yang aneh-aneh, harus selalu berpikir positif, selalu berzikir dan berdoa minta diberikan kesehatan oleh Allah.. baikkk banget dan tetep kooperatif meskipun lagi sakit dan sudah malam! 

Karena first impression lasts forever, akhirnya kami memilih dokter Ale sebagai dokter obgyn kami dengan pemeriksaan di RSIA Bunda Aliyah! :)

Super recommended meskipun ngantri beliau rada lama sih hehe. Soalnya kan memang reputasi seseorang terkadang menyebarnya dari mulut ke mulut yaaa jadinya dokter Ale banyak yang suka, termasuk aku yang akan ngerekomendasikan ke kalian! Hihihi.

--

Segini dulu yes! Sampai bertemu di postingan selanjutnyaa :--)

Wednesday, March 15, 2017

My Pregnancy Journey :") #Part1

Assalamu'alaykum warrahmatullahi wa baarakatuh!

Apa kabar semuanyaaa? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan dalam perlindungan Allah SWT! Aamiin :-)

Udah lama banget nih aku ga blogging. Kenapa hayo kenapaaaa? Karena yaa itu, sesuai dengan judul.. Aku alhamdulillah hamil :")

---------

Seperti telah kita ketahui bersama ((asik dah)), aku menikah tanggal 3 April 2016 dan "kosong" lumayan lama. Entah berapa kali ke-GR-an dan lembaran test pack yang terbuang percuma setiap bulannya untuk ngecek aku udah hamil apa belom. Hiks!

Hingga pada suatu hari di Bulan Oktober........

Aku terlambat 4 hari! Aku sengaja ga mau ngecek karena takut ke-GR-an lagi... Pernah telat juga 4 hari, eh hari kelima keluar tuh si merah-merah huhu. Akhirnya keterlambatan di Bulan Oktober ini aku tanggapi dengan cuek-cuek saja.

Tapi kok ada yang aneh...

Aku mual-mual tuh selama 4 hari telat itu. Rasanya perut ga enak, mual, meskipun ga sampe kepengen muntah. Sempet feeling, "aku hamil kali ya?" Tapi aku takut mau test pack, takut sakit hati. Huhu. Tapi aku penasaran...... jadinya di hari ke-4 setelah pulang ngampus aku mampir ke apotek beli test pack untuk ke yang ke sekian kalinya. Hahaha.

Keeseokan harinya, berharap-harap cemas setelah solat subuh, Aku beranikan diri untuk mengecek apakah benar saya hamil atau tidak... (jeng jeng jeng)

Garis satu lagi. Hiks!

Sedihhhhhhh! Sakit hati. Kesel. Merasa di-PHP-in sama Sensitive! ((Lha sebut merek))

Akhirnya aku mandi pagi aja sekalian sembari menghilangkan gondok karena lagi-lagi garis satu. Huhuhuhu.. nangis bombay di bawah guyuran gayung karena di rumah ga ada shower :"""(

Eh tapi kok lama-lama.............

Sebentar-sebentar......

Kok ini garisnya dua??????

Tapi kok samar-samar??????

Ini artinya apa? Hamil kah? Alatnya kadaluarsa kah?? Bukan urin aku kah??? ((Lha gimana ceritanya))

Buru-buru menyelesaikan mandi sambil badan gemeteran karena masih ga percaya bahwa akhirnya amanah itu datang juga, aku lari-lari sambil bawa test pack itu ke orang yang lebih berpengalaman di rumah (baca: om)! Hahahaha. Abisan ga ada lagi yang saat itu lebih berpengalaman..

Om bilang, "iya itu positif. Alhamdulillah. Dijaga baik-baik kandungannya. Jangan lupa pastikan lagi ke dokter"

MasyaAllah. Alhamdulillah. Subhanallah... Allahuakbar...

Masih penasaran, aku share foto test pack bergaris dua-tapi-samar itu ke grup Whatsapp keluarga karena di situ ada dua kakakku yang sudah lebih berpengalaman. Mereka pun mengaminkan bahwa ku sedang hamil karena dulu istri-istri mereka pun tampilan test pack nya seperti itu, bergaris dua tapi samar. Bunda membalas dengan gembira karena akan mendapatkan cucu ketiga..

Aku terharu. Ga bisa berhenti meneteskan air mata :"")

Sepanjang perjalanan ke kampus di hari ke-5 terlambat mens itu, mulai di Metro Mini, di kereta, sampai di angkot di Bogor pun, ga berenti-berentinya aku terharu dan berkaca-kaca sambil mengelus-elus perut..

"Kamu betul-betul ada di situ, dek?"

Aku langsung WA ibu mertuaku minta doa semoga diberikan kelancaran sampai persalinan. Karena kata orang-orang, trimester pertama itu trimester yang paling rawan. Risiko abortus spontan jauh lebih besar karena janin belum menempel sempurna di rahimku. Harus banyak-banyak istirahat dan jangan melakukan aktivitas yang berat. Makin parno juga karena beberapa bulan sebelumnya temenku ada yang terpaksa menggugurkan kandungan di usia 10 minggu karena ternyata janinnya ga berkembang...

Tapi bagaimana... mama harus kuliah nak.. pulang-pergi Jakarta-Bogor dengan Metro Mini yang getarannya maha dahsyat, naik kereta yang kalo udah penuh ga manusiawi banget, dan naik angkot Bogor yang jarak antara lantai dan atapnya stunting banget.. kita kuat ya dek!! Kita harus kuat!!!

Saat itu aku belum ngasih tau suamiku hihi. Aku cuma WA pas udah di jalan arah kampus, "Nanti malam temenin aku ke dokter kandungan ya!"

Malamnya pas dicek di RSIA Bunda Aliyah dengan dr Tazkiroh, belum keliatan janinnya tapi sudah ada tanda-tanda kehamilan berupa penebalan rahim. Kami disuruh datang lagi 2 minggu lagi dan hanya diresepkan asam folat sebagai vitamin.

Singkat cerita, 2 minggu yang ditunggu-tunggu datang juga! Hihihi. Kita kembali lagi untuk pengecekkan tapi dengan dokter yang berbeda, kali ini dengan dr Alesia Novita.

Alhamdulillah ada sebulat harapan berisi gumpalan daging berusia 6 minggu  yang menetap dengan kokohnya di rahimku :"")

Sekarang, 15 Maret 2016, usia kandunganku sudah masuk 26 minggu. InsyaAllah mau sering posting pengalaman kehamilan sambil kuliah yaa. Siapa tau membantu kamu-kamu yang masih ragu untuk menikah tapi masih kuliah. Tapi kalo ada waktu luang yaaa ((sok sibuk deh))

Doakan yaaa semoga tesisku lancar dan selesai tahun ini supaya bisa fokus membesarkan titipan luar biasa dari Yang Maha Esa. Aamiin ya Allah!

Semangat semuanya!

Jangan menyerah!

Rezeki sudah ada yang mengatur, dekati saja Yang Mengaturnya!

Assalamu'alaykum :--)

Test pack pertama di Bulan Oktober

Beberapa hari kemudian (apa langsung besokannya ya? Hahahahahaha) langsung beli test pack lagi 2 biji untuk uji validitas. Dan ternyata....... garis dua semua :"""")


Tuesday, August 23, 2016

A Year of My Hijab Story

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh!

Apa kabar semuanyaaa? Long time no see banget ga siiih? Hehehehe. Mohon maaf aku jadi jarang update nihh gara-gara ga tau mau update apa....... Tetap mau baca blog akuh kan ya ya yaaaa? :)

--

Tepat 1 Ramadhan 1436 Hijriah (atau 1 Ramadhan 2015) aku memutuskan untuk pakai hijab. Aku sudah terlalu lama mengumbar auratku, aku ga tega sama papahku. Kenapa? Karena setiap sentimeter aurat yang kita umbar adalah suatu penyiksaan dan dosa bagi ayah-ayah kita lho.

Bukan tanpa perjuangan. Aku merasa banyak sekali yang harus dikorbankan.

Aku terlanjur punya banyaaak sekali baju non-muslimah.

Aku masih suka pulang malam.

Aku takut kepanasan!

Aku takut kalau nanti ribet kalo mau pergi-pergi.

Aku takut dibilang sok alim padahal kelakuanku belom alim.

Aku belum menjilbabi hatiku(?) Kalo kata anak-anak jaman sekarang mah.

Tapi aku nekat!

Setelah menikah, tanggung jawab seorang perempuan akan berganti ke tangan suami. 1 Ramadhan 2015 itu aku belum menikah, masih sekitar 10 bulan lagi. Banyak orang berpikir untuk berjilbab setelah menikah karena kasihan dengan suami. Lho, emang kamu ga kasian dengan bapakmu?

Tidak bisakah kau berbakti sebentaaar saja (dalam kasusku 10 bulan) sebelum kamu "memindahkan" baktimu kepada suamimu? Tahukah kamu bahwa setelah menikah, istri menjadi hak suami sehingga suami harus didahulukan dari pada orang tua sendiri? Lalu kapan kamu bisa berbakti kalau hingga saat ini kamu masih "menyumbangkan" dosa untuk ayahmu? Apakah keegoisanmu itu menjadi bakti bagi mereka?

Yuk pikir-pikir lagi, ukhti..

Memang sulit kok, tidak ada hijrah yang mudah. Aku menghabiskan waktu lama untuk memadupadankan baju muslim mana yang cocok untuk dipakai ke undangan tanpa kelihatan seperti ibu-ibu (padahal saat itu aku meminjam baju bundaku). Aku disumbangkan banyak sekali kerudung, mulai dari adik, kakak, bunda, bahkan bosku memberikanku kerudung! Alhamdulillah.. Aku kerap kali merasakan kepanasan! Kepalaku panaaas dan sering kali gatal. Tapi setiap kali ku merasa berhijab itu berat, aku selalu teringat Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?, belum cukupkah kamu terlena oleh dunia?

Ada juga yang berpikiran untuk berhijab setelah menikah, jadi pas Hari H pernikahan mereka masih belum berhijab sehingga bisa pakai dodot, pakai wedding gown super seksi, dan lainnya. Wahai ukhtiiiii, sependek itukah baktimu pada ayahmuuuuu? Lagipula, foto pernikahan itu selamanya lho! Kalau kamu belum berhijab saat hari H dan kamu ingin memajang kanvas foto pernikahanmu di ruang tamu, apa kamu tidak malu? Auratmu akan selamanya terpampang di ruang depan rumahmu padahal kamu sudah menutup auratmu di hadapan tamuuu! Astaghfirullahal'azim..... Duku ku tidak berbakti pada ayahmu, sekarang mana baktimu pada suamimu?

(Calon) suamimu tidak ingin kamu berhijab? Jika dia tidak mencintai penciptanya, kamu masih berharap dia mencintaimu? Suami yang baik adalah suami yang melarang keras tubuh (calon) istrinya dinikmati oleh orang lain. Jika dia sengaja memamerkanmu di hadapan orang lain, apakah kamu tidak merasa tersinggung?

Ukhti, carilah calon suami yang bisa mengubahmu menjadi sholehah.. bukan hanya mengubah statusmu dari single menjadi menikah..

Jangan malu dibilang seperti ibu haji, anggap saja itu doa dari teman-temanmu.

Jangan takut kepanasan, ingatlah bahwa panas dunia hanya seujung kuku panas di neraka.

Jangan takut ga bisa bergaya, lha memang itu tujuan berhijab kan? Agar kamu menyederhanakan penampilanmu.

Jangan takut ga dapat pekerjaan. Bumi Allah itu luas! Allah yang memberikanmu rezeki, bukan bosmu yang selalu membuatmu keki. Aku meninggalkan pekerjaan lamaku karena di situ karyawan dilarang berhijab. Alhamdulillah, aku dapat ganti pekerjaan yang lebih baik :)

Jangan takut mubazir baju-baju lamamu terbuang! Meninggalkan maksiat bukan mubazir namanya.

Jangan takut ga ada modak buat beli baju-baju baru yang panjang! Percayalah, insya Allah banyak yang tiba-tiba ngadoin kamu sesuatu untuk hijabmu!

Masih takut berhijab? Coba dengarkan lantunan surah Arrahman oleh Syekh Mishary Alrasyid di pagi pertama kamu memutuskan untuk berhijab. Percayalah, seketika kamu akan menangis deras mengingat dosa-dosamu yang terdahulu.. :)

Hari pertama berhijab di kantor. Dikatain anak SMK hahaha

Jangan jadikan kain kafan sebagai hijab pertama dan terakhirmu

Yuk, nanti lihat-lihat Instagram akuuh (@zaallery). Aku jual insya Allah menyediakan gamis dan hijab syar'i. Grand launching soon! :)

--

See you on the next post that will be about food recipe, insya Allah!

Friday, July 22, 2016

(Not Yet) My Pregnancy Journey

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh :--)

Dear All, apa kabar semuanya? Semoga selalu dalam keadaan sehat wal 'afiat ya! :)

--

Bagi pasangan yang baru menikah, menunggu kehadiran sang janin adalah hal yang paling dinantikan. Ada yang langsung hamil, ada juga yang harus bertahun-tahun memendam keinginan untuk segera hamil.

Infertilitas masih menjadi momok menakutkan di kalangan pengantin baru. Terlebih lagi, adanya pertanyaan "sudah isi belum?" terus menghantui, mulai dari orang tua hingga teman yang tidak terlalu kita sukai.

Kapan seseorang dikatakan mengalami infertilitas? WHO mengemukakan bahwa pasangan suami-istri dikatakan infertil jika mereka sudah satu tahun menikah dan terus mencoba, tapi belum juga dikaruniai seorang bayi. Tapi, apakah harus menunggu selama itu?

Physiologically speaking, seharusnya wanita dengan mudah dapat hamil jika konsepsi dilakukan selama masa subur. Kapan masa subur itu? Yaitu 12-16 hari sejak hari pertama haid terakhir (HPHT). Masa subur biasanya ditandai dengan sekresi lendir berwarna bening dan lengket dari vagina yang mengakibatkan vagina "terasa" selalu basah. Kemungkinan hamil akan jauh lebih besar jika konsepsi dilakukan saat wanita mengalami ovulasi. Apa itu ovulasi? Ovulasi adalah keluarnya ovum (sel telur) dari ovarium sehingga sperma dapat membuahi ovum tersebut. Kapan seorang wanita mengalami ovulasi? Yaitu sekitar 14 hari setelah HPHT yang biasanya ditandai dengan berhentinya sekresi lendir bening dan vagina tidak lagi terasa selalu basah. Sayangnya, setiap wanita hanya mengalami satu kali ovulasi setiap bulannya! Jadi, wanita yang ingin hamil secara alami harus mengetahui siklus menstruasinya sehingga dia dapat dengan tepat memprediksi (ingat ya, hanya memprediksi) kapan ovulasi terjadi.

Masih belum mengerti?

Jadi begini.. Wanita A mengalami menstruasi hari pertama pada tanggal 1 Juli 2016, sehingga diperkirakan dia akan berovulasi pada tanggal 14 Juli 2016. Namun ingat, ini hanya prediksi. Untuk lebih meningkatkan kemungkinan kehamilan, wanita A dan suaminya sebaiknya melakukan konsepsi dalam kurun waktu 12-16 Juli 2016. Kenapa? Karena sperma dapat bertahan di dalam rahim wanita selama kurang lebih 5 hari. Jika mereka sudah konsepsi tanggal 12 Juli tapi tidak bisa konsepsi pada tanggal 13 maupun 14 Juli, sperma masih ada di dalam rahim sang istri sehingga kehamilan masih dapat terjadi.

Sebaliknya, jika suami dan istri ingin menunda kehamilan secara alami, mereka dapat menghindari konsepsi selama masa subur kehamilan (terutama 12-16 hari sejak hari pertama haid terakhir). Theoritically speaking, masa ketidaksuburan wanita biasanya berkisar antara hari ke-7 hingga ke-10 setelah hari pertama haid, dan 7 hari sebelum siklus menstruasi sebelumnya. Kenapa? Karena pada masa ketidaksuburan, ada suatu cairan yang menutup serviks sehingga tidak ada sperma yang mampu masuk ke dalam rahim. Hal ini biasanya ditandai dengan area kewanitaan yang "terasa" kering dan keset.

Bagaimana dengan aku?

Alhamdulillah aku belum diberikan kepercayaan oleh Allah SWT untuk memiliki momongan, hehe. Allah tidak akan menguji suatu kaum di luar batas kemampuan kaum tersebut dan anak adalah suatu bentuk ujian. Jika Allah belum menguji aku dengan kehadiran seorang anak, berarti Allah tau bahwa ujian tersebut di luar batas kemampuanku kan? Lalu kenapa aku bersedih hati? Kenapa aku terlalu memikirkan pertanyaan "udah isi belom"?

Mungkin orang-orang akan turut bergembira jika aku sudah "isi", tapi pada akhirnya akulah yang akan mengurus anak tersebut. Mereka hanya sesekali menengok, sesekali menggendong, sesekali mengunjungiku. Tapi anak itu akan selalu bersamaku 24/7. Mungkin Allah tau aku belum mampu, lalu kenapa aku harus malu?

Bulan puasa lalu aku mengalami pendarahan selama kurang lebih 14 hari nonstop. Diawali dengan flek-flek hitam selama 9 hari, yang awalnya samar hingga sangat pekat dan (maaf) berbau di hari ke-9. Keesokannya keluar darah bergumpal-gumpal besar dan tanpa henti hingga aku harus ganti pembalut berkali-kali. Kram perut yang kualami saat itu juga tidak biasa. Instingku berkata aku miscarriage (keguguran). Aku tidak perlu ke dokter karena miscarriage di bawah usia 4 minggu tidak perlu meminum obat peluruh kandungan. Biarlah dia mengalir apa adanya. Tidak ada yang percaya bahwa aku keguguran, bahkan suamiku sendiri. Tapi di lubuk hatiku yang terdalam aku meyakini bahwa itu adalah jabang bayiku yang luruh dengan sendirinya. Saat itu memang sedang hectic sekali di kampus dan aku lelah sekali harus pulang-pergi Jakarta-Bogor.

Aku sendiri ga tau apakah aku sanggup hamil sambil kuliah? Kuliah Statistika di Bogor dan aku harus pulang-pergi menggunakan kereta dan angkot, berdesak-desakan dengan penumpang lain, dan mengangkut tas super berat? Belum lagi insya Allah aku akan segera menyusun tesis. Sanggupkah aku? Mungkin inilah yang disebut, "Allah tidak akan membebani suatu kaum di luar batas kemampuan kaum tersebut". Mungkin kehamilan masih di luar batas kemampuanku?

Siapa sih yang ga mau hamil? Melihat teman-temanku yang baru menikah sudah menimang-nimang baby yang lucu.. tapi ya itu, tertulis jelas di Alqur'an bahwa Allah berfirman, "bisa jadi kau menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu, bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu"

Allah memberikan keturunan kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan tidak memberikan keturunan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

Tertulis jelas di Alqur'an bahwa Allah memberikan/tidak memberikan keturunan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Anak itu Hak Prerogatif Allah!

Percayalah pada Tuhanmu. Dia yang mengatur segala sesuatu. Rezeki itu sudah ada yang mengatur, dekati saja Sang Pengatur.

For my little angel in up above the 7th sky, before Allah thinks I am ready to have you, I will keep upgrading myself to be the best mother figure you've ever met in your life!

Loves,
MOM!

Thursday, June 30, 2016

Happiness Comes from Within

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh!

Apa kabar semuanyaaa? Semoga selalu dalam kondisi sehat wal 'afiat yaa! Aamiin ya Allah :--)

---

Sesuai judulnya, Happiness Comes from Within, aku pengen bahas topik menarik yang bikin perut semua orang senang: MAKAAAAAAAN!

Aku dulu orangnya malees banget masak. Palingan ke dapur cuma buat bikin mie atau nasi goreng ala ala (yang ga enak pula). Tapi saya menyesal.... Menyesal kenapa? Karena sekarang insting memasak saya jadinya masih tumpul.. huhu.

Memasak itu butuh insting loh! Ada yang memang sudah terlahir dengan bakat masak, ada yang mesti belajar terus-terusan supaya insting masaknya terasah dengan baik. Nah, aku ini tipikal yang harus belajar terus-terusan supaya bisa masak..

Sebelum nikah dengan si mamas, aku pernah ngaku ke dia kalo aku belum bisa masak. Yaa dia ga masalah dengan itu. Tapi aku tidak lantas serta-merta do nothing dan ga belajar masak sama sekali. Aku rajin bantuin bibi (tante, adiknya bundaku) selama aku numpang di rumah beliau (FYI, aku sedang lanjut studi di Bogor dan aku numpang di sana). Aku perhatiin cara dia bikin snack2 rumahan, cara dia masak masakan sederhana tanpa bumbu macem2, dan cara dia selalu berimprovisasi untuk membuat masakan yang murah tapi enak!

Inti bahan dari masakan Indonesia itu sebenernya cuma 5: bawang putih, bawang merah, cabe merah, gula, dan garam. That's that. You can simply make foods out of those 5 ingredients loh! Itu bahan paling sederhana dan paling mudah ditemukan. Sementara bahan lain seperti lada, kemiri, cengkeh, kapulaga, dll itu sebenernya tambahan untuk membuat masakan kita lebih setrong. Tapi jantungnya masakan sebenernya cuma 5 itu.

Di rumahku ada asisten rumah tangga, jadi hampir dipastikan aku ga pernah masak karena mba ga ngebolehin aku masak dengan alasan "masa majikan masak" (-__-") yaelah mba kapan aku bisa masak kalo ga dibolehin masak..

Sampai akhirnya setelah nikah, waktu itu mamas minta dibikinin bekal karena kita ceritanya lagi berhemat gitu.. Okay, challenge accepted! Aku masak apapun yang ada di kulkas yang bisa dimasak. Another hint: he doesnt like veggies.

Bodo amaat, aku tetep masakin sayur buat mamasku. Masakan pertama yang aku buat untuk dia adalah sayur sawi baso + telor pedas manis. Hmmmmmm. Sempat worry enak apa ngga karena waktu itu aku kayaknya lagi puasa deh. Tapi ternyata enaaakkk (katanya) hahahahahaha walaupun sayurnya ga dimakan karena dia ga suka sayur (huhuhu).

 1 porsi lagi buat adikku yang minta dibikinin juga. Dan dia juga bilang enaak hihi tapi kurang banyak katanya (-__-")


Setelah itulah aku mulai pede masak! Hihihi. Pernah aku dipuji sama adekku yang paling jarang muji masakan orang. Padahal waktu itu aku cuma bikinin dia nasi goreng ala Zahra Fadhila dan dia bilang enaaak banget, sayangnya kurang banyak hahahaa.

Kesalahan dalam memasak yang paling sering aku lakukan adalah kurang asiiin! Aku kemarin bikin tahu isi goreng buat takjil, eh ternyata isiannya sama sekali ga ada rasanya!!! Hahahaha padahal udah aku tumis dan ku kasih garem (sejumput).. Karena kurang asin itulah, gorenganku itu aku namain: Tahu Isi Anti Hipertensi! Hahahahahaha.

Aku bisa terbilang masih jarang masak sih. Bisa keitung jari deh aku masakin si mamas ataupun orang rumah. Masakan kedua yang aku bawain bekal untuk dia adalah rice bowl with rica-rica chicken seperti penampakan ini:

With tiny pieces of carrots so that he ate veggies!

ENAAAAKKK KATA MAMAAASSSS hehehehehe

Jadi ya bener, kepercayaan diri itu benar-benar tergantung dari jam terbang memasak. Kalo memang kita dilahirkan dengan cooking instict yang kurang tajam, ya diasahlah dengan rajin-rajin masak. Jangan takut dibilang ga enak, jadikan itu sebagai input untuk lebih baik lagi ke depannya. Supaya ga sayang nih kalo ga enak, bikin aja dulu dalam porsi kecil.. Si mamas menanggapi ketidakjagoanku masak dengan cara bicara seperti ini:

"Ya sama aja kayak Lionel Messi dan Christiano Ronaldo. Messi mah kaga usah latian juga dia udah jago maen bola, udah bawaan lahir. Nah kalo Ronaldo, dia butuh latihan keras lagi dan lagi buat jadi jago kayak sekarang ini. Ya gapapa, itu namanya bakat. Ada yang sudah bakat lahir, ada yang namanya bakat asahan. Ujungnya kan sama, jadi pemain bola dengan bayaran tertinggi. Nah kamu ini kayak si Ronaldo"

Uuuu so sweet nya kalo ditenangin seperti itu dan ga malu padahal istrinya ga jago masak kayak wanita pada umumnya :"")

Sebenernya aku pengen banget bisa jago bikin kue. Karena menurutku, the real chef is the one who can bake! Susah loh bikin takaran adonan yang tepat. Sumber utama kegagalanku dalam membuat kue juga ada di takaran adonannya..

Kue yang pertama kali aku buat adalah cheese cake. Mau tau penampakkannya? INI DIAAAA:

HAHAHAHA HOW BAD IS IT??

But surprisingly, it tasted quite good despite the fact that it's broken into pieces and weren't popped out! Dihabisin sama bocil-bocil di rumah bibi! Hihi.

Kue kedua yang aku bikin adalah......MARTABAK!! Aku bikin martabak di hari ke-23 puasa Ramadhan (sampe inget harinya gitu yha). Topping yang aku pakai adalah oreo dan keju. Sempat khawatir sama hasilnya karena aku pake apinya terlalu besar huhu. Padahal kue yang pakai ragi itu nipu, keliatannya dari luar udah mateng, tapi dalamnya masih blenyek. Nah kalo aku adonannya mateng sempurna di dalam, tapi kematengan di luar a.k.a GOSONG!! Hahahaha. Seperti ini penampakkannya:

Oreo cheese martabak

It is (again) surprisingly delish and super cheaper than mainstream martabak out there with the same topping, oreo and cheese! Lalu karena beli bahannya banyak, jadi bisa bikin martabak lagi dengan kualitas yang lebih baik dari sekarang! Hihi. Kekurangan dari martabak ini adalah adonan yang terlalu tebal dan luaran yang gosong. Better next time ya! ;)

Belum mau menyerah, hari ke-24 aku bikin kue lagi. Niatnya mau benerin cheese cake yang gagal, tapi ternyata di pasar ga ada cream cheese huhu. Yas! Aku beli bahan2 kue di pasar tradisional! Lebih murah banget dibandingin pas aku bikin cheese cake, karena waktu itu aku beli bahan2nya di Giant. Berikut penampakkannya:

Vanilla cake with choco ganache on top!

The presentation isnt that good, but the taste is OK for a beginner! Hihi. Teksturnya memang belum seperti cake pada umumnya (hiks), tapi rasanya (surprisingly, again and again) enaak dan pas manisnya! Perpaduan antara cake yang tingkat kemanisannya pas dan dark choco ganache yang pahit-manis bikin rasa cake secara keseluruhannya enakkkk! Aku ga punya alat untuk mendekorasi cake, jadi aja ganache nya tumpah-tumpah di piring hahaha. Lalu aku juga ga punya timbangan kue, jadi aja semuanya serba dikira-kira! Huhu..

Rencananya nanti mau bikin lagi dengan teknik dan bahan yang lebih tepat untuk dibawa ke rumah kakeknya mamas saat Hari Raya Idul Fitri! Doain ya semoga enak dan langsung ludees! Aamiin ya Allah!

Nah, karena sisa choco ganache nya masih buanyak buanget, rencananya aku mau bikin churros untuk hari ke-25 Ramadhan ini. Doain semoga lancar dan berhasil yhaa!

Women should be able to cook because love and happiness always come from within.

Ciaobella!